PSMTI Bali Gelar Penutupan Arisan III

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Topic Umum PSMTI Bali Gelar Penutupan Arisan III

Post by T O N Y on Wed Sep 05, 2012 12:46 pm



PAGUYUBAN Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI)
Bali menggelar arisan penutupan arisan periode III di Hotel Nikki
Denpasar, Kamis (5/7) hari ini. Ketua panitia arisan PSMTI Bali, Nyoman
Jaya Kusuma mengungkapkan kegiatan bertema ”Satu Dasawarsa Bersama PMTI
Bali” ini diikuti oleh 475 peserta arisan bersama keluarga.
“Ini penutupan arisan III dan memasuki arisan periode IV. Kali ini
cukup istimewa karena bertepatan dengan 10 tahun PSMTI Bali,” ujar Jaya
Kusuma, Rabu (4/7).

Menurut Jaya Kusuma, kegiatan ini juga akan diisi dengan berbagai
atraksi hiburan yang ditampilkan oleh keluarga besar PMTI Bali, baik
anak-anak, remaja maupun ibu-ibu. Selain itu panitia juga menyediakan
angpao untuk anak-anak dan remaja sebagai bentuk perhatian dan kasih
sayang atas kreativitas mereka menghibur peserta. ”Walau jumlahnya
sedikit, yang penting, kebersamaannya,” ujar Jaya Kusuma.

Sementara itu Ketua PSMTI Bali Hendra A. Wasita mengatakan, arisan
ini merupakan ajang untuk mempererat persaudaraan di kalangan warga Bali
yang bersuku Tionghoa. Sesuai dengan AD/ART organisasi, PSMTI berfungsi
antara lain sebagai wadah penyerap dan penyalur aspirasi anggota,
sekaligus sebagai wadah komunikasi antar anggota. ”Kita kumpul di sini
saling berbagi pengalaman antar sesama anggota PSMTI. Kami tekankan tak
ada kewajiban tertentu bagi anggota. Mereka bebas bergabung,” ujar
Hendra.

Dikatakan, yang memiliki kewajiban tentu saja para pengurus yang
dengan tulus mengabdi untuk organisasi. Secara tegas Hendra menegaskan
bahwa tidak boleh ada seorangpun yang mencari keuntungan dari
organisasi. ”Walaupun selama ini belum pernah ada korupsi di PSMTI,
namun saya terus menekankan hal ini. Pengurus harus prudent dan trustable. Kita menjaga betul itu agar dipercaya oleh anggota. Jadi siapapun jadi pengurus harus tulus,” ujar Hendra.

Dia menjelaskan, peserta arisan dari waktu ke waktu terus bertambah.
Pada periode I berjumlah 325 peserta, periode II 390 perserta dan
periode III yang berakhir hari ini berjumlah 475 orang. ”Dengan melihat trend peningkatan
peserta arisan ini berarti ada azas manfaatnya. Kami berharap ke depan,
jumlah peserta makin bertambah sehingga lebih banyak mereka yang tak
mampu yang bisa dibantu oleh organisasi dan lebih banyak aksi sosial
yang dilakukan,” ujar Hendra.

Arisan PSMTI Bali ini memiliki nominal Rp 1 juta yang kemudian
dihimpun untuk didepositokan. Bunga deposito inilah yang dipakai untuk
kegiatan organisasi, terutama untuk membantu masyarakat kurang mampu.
Hendra juga menegaskan, PSMTI Bali untuk sementara lebih fokus membantu
sesama suku Tionghoa di Bali.

”Jalan pikirannya sederhana, kita ingin matangkan dulu rumah tangga
kita sendiri, baru membantu orang lain. Masih banyak lho, orang Tionghoa
yang berkekurangan,” ujarnya.

Hendra juga menceritakan satu keluarga warga Tionghoa di Denpasar
yang kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. PSMTI Bali lalu mengulurkan
tangan membantu yang bersangkutan dengan mendirikan rumah permanen non finishing
sesuai kemampuan organisasi. Pada kesempatan lain PSMTI juga membantu
warga Tionghoa yang usahanya sangat pesat namun terkendala peralatan.
”Ya kita bantu peralatannya, separuh hibah, separuhnya lagi dicicil.
Jadi kita memberi kail, bukan ikan,” jelasnya.

Tak Semua Berkecukupan

Di bagian lain Hendra juga mengatakan ingin meluruskan persepsi di
masyarakat dan penyelenggara pemerintahan, yang melihat seolah-olah
seluruh warga Tionghoa berkecukupan. Dengan anggapan ini, pemerintah
tidak pernah memberi bantuan sosial kepada warga Tionghoa. Menurutnya,
anggapan itu tak sepenuhnya benar, karena banyak juga warga Bali suku
Tionghoa yang berkekurangan. ”Kami sih tidak menuntut, hanya
ingin meluruskan pemahaman tersebut. Kami ini warga Indonesia, warga
Bali yang bersuku Tionghoa,” jelas Hendra.

Dia menambahkan, bukan berarti PSMTI Bali tidak peduli pada suku lain
di Bali, karena sebelumnya banyak sekali kegiatan PSMTI yang sasarannya
kepada masyarakat di luar suku Tionghoa. Antara lain pengobatan gratis
keliling Bali yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu. Juga yang rutin
dilaksanakan PSMTI Bali adalah aksi sosial donor darah. ”Sekarang tidak
ada lagi diskriminasi. Kita semua, dari suku manapun asalnya, tetap
merupakan orang Bali, orang Indonesia,” tandas pria murah senyum ini.


Regards
avatar
T O N Y
Administrator

Administrator

Male
Posts Posts : 53
Join date Join date : 27.08.12
Location Location : Denpasar
Firefox
Warning Level : Masih Suci
* * * * *

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik